<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendidikan anak &#8211; Lambe Umpres</title>
	<atom:link href="https://lambeumpres.com/tag/pendidikan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lambeumpres.com</link>
	<description>Buka Fakta - Bukan Gosip</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2026 11:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-IMG-20250729-WA0007-32x32.webp</url>
	<title>pendidikan anak &#8211; Lambe Umpres</title>
	<link>https://lambeumpres.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puluhan Tahun Jadi Pengrajin Bata Merah, Cari di Losari Pemalang Berhasil Kuliahkan Dua Anak</title>
		<link>https://lambeumpres.com/2026/10/puluhan-tahun-jadi-pengrajin-bata-merah-cari-di-losari-pemalang-berhasil-kuliahkan-dua-anak/</link>
					<comments>https://lambeumpres.com/2026/10/puluhan-tahun-jadi-pengrajin-bata-merah-cari-di-losari-pemalang-berhasil-kuliahkan-dua-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 11:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bata merah Ampelgading]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Cari Losari Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ampelgading]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pengrajin bata Losari]]></category>
		<category><![CDATA[pengrajin bata merah Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[usaha bata merah]]></category>
		<category><![CDATA[warga Pemalang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lambeumpres.com/?p=1116</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG, LAMBEUMPRES.COM – Perjalanan hidup Cari (52), warga Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menjadi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://lambeumpres.com/2026/10/puluhan-tahun-jadi-pengrajin-bata-merah-cari-di-losari-pemalang-berhasil-kuliahkan-dua-anak/">Puluhan Tahun Jadi Pengrajin Bata Merah, Cari di Losari Pemalang Berhasil Kuliahkan Dua Anak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://lambeumpres.com">Lambe Umpres</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMALANG, LAMBEUMPRES.COM</strong> – Perjalanan hidup Cari (52), warga Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menjadi gambaran kegigihan seorang ayah dalam memperjuangkan pendidikan anak-anaknya.</p>
<p>‎Sejak masih anak-anak, Cari sudah akrab dengan pekerjaan membuat bata merah. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sekolah dasar.</p>
<p>‎Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Bertahun-tahun bekerja sebagai pengrajin bata merah dijalaninya demi memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai sekolah ketiga anaknya.</p>
<p>‎Kini, perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil. Dari tiga anaknya, dua telah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Sementara anak ketiganya masih duduk di bangku sekolah menengah atas.</p>
<p>‎Cari menuturkan, anak pertamanya kini bekerja di pemerintahan sebagai ahli gizi. Sedangkan anak keduanya bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Pekalongan.</p>
<p><strong>‎Tanah Dibeli dari Kecamatan Bodeh</strong></p>
<p>‎Dalam membuat bata merah, Cari menggunakan tanah yang dibeli dari wilayah Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1118" title="IMG 20261007 144601 436" src="https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-scaled.webp" alt="IMG 20261007 144601 436" width="2560" height="1440" srcset="https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-scaled.webp 2560w, https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-400x225.webp 400w, https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-768x432.webp 768w, https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-1536x864.webp 1536w, https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-2048x1152.webp 2048w, https://lambeumpres.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261007_144601_436-250x140.webp 250w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>‎Untuk satu dum truck tanah, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp800 ribu.</p>
<p>‎&#8221;Tanahnya beli. Satu dum truck Rp800 ribu,&#8221; kata Cari, Rabu (7/10/2026).</p>
<p>‎Menurutnya, satu dum truck tanah dapat menghasilkan sekitar 3.300 bata. Bata tersebut kemudian dapat dijual dalam kondisi mentah maupun setelah melalui proses pembakaran.</p>
<p>‎Untuk bata mentah, Cari menjualnya dengan harga sekitar Rp600 per buah. Sedangkan bata yang sudah matang atau menjadi bata merah dapat mencapai sekitar Rp1.000 per buah.</p>
<p>‎&#8221;Harga bata mentah saya jual Rp600. Jika matang atau bata merah sekitar Rp1.000,&#8221; ujarnya.</p>
<p>‎Meski terlihat sederhana, proses membuat bata membutuhkan waktu cukup panjang. Cari mengatakan, satu dum truck tanah bisa membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga seluruh proses pengerjaan menjadi bata selesai.</p>
<p>‎Apabila menghasilkan sekitar 3.300 bata dan semuanya terjual dalam kondisi mentah dengan harga Rp600 per buah, pendapatan kotor yang diperoleh sekitar Rp1,98 juta.</p>
<p>‎Namun, angka tersebut belum termasuk biaya pembelian tanah dan kebutuhan produksi lainnya.</p>
<p>‎&#8221;Kalau dihitung per bulan berarti dapat Rp500 ribu. Kan dipotong biaya buat beli tanah yang Rp800 ribu,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>‎Tak Hanya Membuat Bata</strong></p>
<p>‎Untuk menambah penghasilan, Cari terkadang juga menerima pekerjaan sebagai tukang pijat untuk orang yang mengalami pegal-pegal.</p>
<p>‎Pekerjaan tambahan tersebut dilakukan di sela aktivitasnya sebagai pengrajin bata merah.</p>
<p>‎Bagi Cari, pekerjaan yang dijalani selama bertahun-tahun bukan sekadar untuk mendapatkan penghasilan. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut menjadi jalan baginya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan pendidikan.</p>
<p>‎Kisah Cari memperlihatkan bagaimana pekerjaan sebagai pengrajin bata merah masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat di daerah.</p>
<p>‎Di tengah proses produksi yang membutuhkan tenaga dan waktu panjang, seorang pengrajin harus tetap bertahan menghadapi biaya bahan baku serta hasil penjualan yang tidak selalu sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.</p>
<p>‎Meski tidak pernah menamatkan pendidikan dasar, Cari mampu memberikan kesempatan kepada dua anaknya untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.</p>
<p>‎Perjuangan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan pendidikan tidak selalu menjadi batas bagi seseorang untuk memperjuangkan masa depan keluarganya. Dengan ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus berusaha, Cari mampu mengantarkan anak-anaknya meraih pendidikan yang lebih tinggi.(*)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://lambeumpres.com/2026/10/puluhan-tahun-jadi-pengrajin-bata-merah-cari-di-losari-pemalang-berhasil-kuliahkan-dua-anak/">Puluhan Tahun Jadi Pengrajin Bata Merah, Cari di Losari Pemalang Berhasil Kuliahkan Dua Anak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://lambeumpres.com">Lambe Umpres</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lambeumpres.com/2026/10/puluhan-tahun-jadi-pengrajin-bata-merah-cari-di-losari-pemalang-berhasil-kuliahkan-dua-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
