SMPN 1 Taman Pemalang Giatkan Salat Berjamaah, Bentuk Karakter Religius

IMG20260908115613
IMG20260908115613

PEMALANG, Lambeumpres.com — SMP Negeri 1 Taman Kabupaten Pemalang terus memperkuat pendidikan karakter melalui program salat berjamaah yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis. Kegiatan religius ini menjadi pembiasaan positif bagi seluruh siswa sekaligus bagian dari pembelajaran intrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kepala SMPN 1 Taman, Hansen Lutfiartha, S.Kom., menjelaskan kepada awak media, Selasa (8/9/2026), bahwa pelaksanaan salat berjamaah dilakukan secara bergiliran, dimulai dari kelas 7A hingga kelas 9.

“Setiap hari satu kelas mendapat jadwal. Misalnya Senin kelas 7A, Selasa 7B, dan seterusnya. Tujuannya agar seluruh siswa terbiasa melaksanakan ibadah berjamaah sebagai budaya baik di sekolah,” ujarnya.

Menurut Hansen, imam salat berasal dari guru laki-laki yang mengajar maupun guru lain yang telah dijadwalkan oleh tim guru PAI. Sistem tersebut memastikan kegiatan berjalan tertib dan konsisten.

Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan Profil Lulusan, khususnya dalam membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Namanya pembiasaan, harapannya menjadi perilaku yang melekat pada anak-anak. Siapa pun nanti pemimpinnya, budaya baik ini harus tetap dipertahankan,” katanya.

Selain membangun karakter religius, SMPN 1 Taman juga tengah mempersiapkan siswa menghadapi Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten Pemalang yang dijadwalkan pada 30 September 2026.

Beberapa cabang lomba yang diikuti antara lain: Tartil Al-Qur’an, Tahfidz,Kaligrafi,Azan, Pidato Islami

Untuk meningkatkan kualitas peserta, sekolah menghadirkan pelatih eksternal yang berpengalaman, terutama pada bidang tahfidz dan tartil.

“Mudah-mudahan dengan pembinaan yang matang, anak-anak bisa meraih hasil yang maksimal,” tutur Hansen.

Hansen mengakui setiap siswa memiliki masa jenuh saat menjalani latihan. Karena itu, pelatih tidak hanya membimbing kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis agar motivasi belajar tetap terjaga.

“Ketika anak mulai jenuh, pelatih harus mampu menghadirkan kreasi dan inovasi dalam pembelajaran sehingga mereka kembali bersemangat dan fokus pada tujuan,” jelasnya.

Fasilitas mushola SMPN 1 Taman kini semakin representatif berkat pengelolaan yang baik oleh pengurus Rohani Islam (Rohis). Tempat ibadah tersebut dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan salat berjamaah sekaligus pembelajaran keagamaan di luar ruang kelas.

Sementara latihan MAPSI dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar selesai, sekitar pukul 13.10 hingga 14.10 WIB, dengan memanfaatkan mushola maupun ruang kelas agar setiap cabang lomba dapat berlatih secara optimal.

Menutup keterangannya, Hansen menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter serta prestasi siswa.

“Kesuksesan anak tidak mungkin dibentuk sekolah saja. Semua berawal dari rumah. Ketika disiplin dan motivasi sudah ditanamkan orang tua, sekolah akan lebih mudah mengembangkan karakter dan prestasi mereka,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!