Karnaval Budaya Desa Sukorejo Pemalang Meriah, Peserta Dapat Uang Pembinaan Rp500 Ribu

IMG 20260823 134320 5
IMG 20260823 134320 5

Pemalang, lambeumpres.com – Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, menggelar karnaval budaya dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).

‎Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti warga dari berbagai dusun yang menampilkan beragam kreasi, budaya, serta atribut bernuansa kemerdekaan.

‎Karnaval dibuka langsung oleh Kepala Desa Sukorejo, Jaroni. Peserta memulai perjalanan dari halaman Balai Desa Sukorejo, kemudian mengelilingi sejumlah ruas jalan di desa sebelum kembali dan berakhir di balai desa.

‎Dalam sambutannya, Jaroni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

‎”Terima kasih kepada warga masyarakat Desa Sukorejo yang sudah mengisi kegiatan karnaval,” kata Jaroni.

IMG 20260823 152433 0

‎Menurut Jaroni, karnaval budaya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi momentum untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan masyarakat.

‎Namun, berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, Karnaval Desa Sukorejo tahun ini tidak dikemas dalam bentuk perlombaan.

‎Jaroni menjelaskan, seluruh kelompok peserta yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp500 ribu. Ketentuan tersebut berlaku bagi kelompok dengan jumlah peserta lebih dari 25 orang.

‎”Karnaval di tahun 2026 ini tentunya kami tidak memberikan perlombaan karena mengingat tahunnya tahun politik,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, uang pembinaan sebesar Rp500 ribu tersebut diberikan untuk setiap kelompok, bukan per orang. Peserta nantinya dapat mengambil sertifikat di rumah kepala desa sebagai bagian dari mekanisme pencairan uang pembinaan di Balai Desa Sukorejo.

Screenshot 20260823 221842

‎”Rp500 ribu itu per grup, bukan per orang. Mekanisme nanti ambil sertifikat di rumah Pak Kades untuk pencairan di balai desa,” tambah Jaroni.

‎Selain jumlah peserta, panitia juga menetapkan ketentuan terkait penggunaan pengeras suara. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan speaker aktif, melainkan menggunakan speaker besar atau sound horeg untuk memeriahkan karnaval.

‎Kemeriahan semakin terasa ketika setiap kelompok menampilkan kreativitas masing-masing. Berbagai kostum, atribut budaya, hingga kreasi bertema kemerdekaan menghiasi sepanjang rute karnaval.

‎Jaroni berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam Karnaval Desa Sukorejo dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

‎Menurutnya, antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Desa Sukorejo dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!