Pemkab Batang Siapkan 30 Beasiswa Kuliah ke China, Fokus Cetak SDM Sesuai Kebutuhan Industri

IMG 20260822 WA0003
IMG 20260822 WA0003

BATANG, LAMBEUMPRES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bekerja sama dengan International Cultural Communication Center Indonesia (ICCCI) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan dan pelatihan di China.

‎Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam Forum Kemitraan Pendidikan dan Industri serta Sosialisasi Program Beasiswa China di Ballroom Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jumat (21/8/2026).

‎Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Batang menyiapkan 30 kuota beasiswa bagi generasi muda Batang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di China. Program ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.

‎Managing Director ICCCI, Loo Hui Ann, mengatakan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di China dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendidikan hingga pelatihan.

‎Menurutnya, durasi program dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari beberapa bulan hingga tiga tahun. Jenjang pendidikan yang ditawarkan mencakup diploma hingga sarjana, termasuk pendidikan vokasi dan program khusus pembelajaran bahasa Mandarin selama satu tahun.

‎“Program tersebut dapat mencakup pendidikan maupun pelatihan dengan durasi mulai dari beberapa bulan hingga tiga tahun. Kerja sama tersebut akan diarahkan mulai dari jenjang diploma hingga sarjana,” kata Loo Hui Ann.

‎Ia menjelaskan, pilihan program tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan industri yang berkembang di Kabupaten Batang. Selain pendidikan vokasi, program belajar bahasa Mandarin selama satu tahun menjadi salah satu alternatif bagi peserta dengan kebutuhan pendidikan yang lebih singkat.

‎Sistem pendidikan yang ditawarkan, lanjut dia, lebih menitikberatkan pada keterampilan dan kesiapan kerja. Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

‎“Penekanan skillful worker ini yang kita harapkan bisa menjembatani pihak pemerintah dengan academic field, lalu berjalan beriringan dengan industrial field,” ujarnya.

‎Peluang pendidikan bagi generasi muda Batang di China juga didukung jaringan International Training Academy (ITA) yang disebut telah menjalin kerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di China.

‎Jaringan tersebut memungkinkan peserta mendapatkan pilihan perguruan tinggi dan program studi yang dapat disesuaikan dengan minat peserta maupun kebutuhan industri di Batang.

‎Selain program beasiswa, kerja sama tersebut juga mencakup rencana pengembangan Training Center dan Service Center sebagai penghubung antara dunia pendidikan, pengembangan SDM, dan kebutuhan industri.

‎Bahkan, terdapat rencana menghadirkan tenaga pengajar dari China untuk mendukung pelaksanaan program pelatihan di Batang.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan kerja sama pendidikan tersebut harus dikawal secara serius agar memberikan manfaat nyata bagi generasi muda sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja industri di Kabupaten Batang.

‎Menurutnya, kesempatan belajar di China tidak hanya memberikan transfer pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dapat membentuk karakter serta kedisiplinan peserta.

‎“Ini adalah kerja sama yang baik, artinya transformasi knowledge, transformasi teknologi, juga akan menjadikan transformasi kedisiplinan,” kata Suyono.

‎Ia berharap generasi muda Batang yang mendapatkan kesempatan belajar di China nantinya dapat kembali ke daerah dan mengimplementasikan ilmu serta keterampilan yang diperoleh di perusahaan-perusahaan yang berkembang di Kabupaten Batang.

‎“Anak-anak Kabupaten Batang mendapatkan ilmu baru di negeri China nanti. Kemudian pulang bisa ditransformasikan dan diimplementasikan di perusahaan yang dari berbagai macam negara, khususnya dari Tiongkok yang datang ke Indonesia,” ujarnya.

‎Suyono menilai pendidikan dan pelatihan di China juga dapat membantu generasi muda memahami budaya kerja, pengetahuan, serta kedisiplinan yang dibutuhkan perusahaan.

‎Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kebutuhan perusahaan.

‎“Anak muda sekarang itu maunya perusahaan menyesuaikan dia. Nah, ini nanti akan membuat bahwa diri kita itu menyesuaikan dengan perusahaan,” tuturnya.

‎Pemkab Batang berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Dengan demikian, generasi muda lokal tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga menjadi SDM terampil yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri Batang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!