Tak Kunjung Keluar dari Kamar Mandi, Pria di Kesesi Pekalongan Ditemukan Tewas Gantung Diri

IMG 20260821 WA0016

PEKALONGAN, LAMBEUMPRES.COM – Pagi yang semula berjalan seperti biasa berubah menjadi duka bagi keluarga K (53), warga Dusun Brondong, Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya pada Jumat (21/8/2026) pagi.

‎Korban pertama kali ditemukan keluarganya sekitar pukul 06.00 WIB. Keluarga mulai merasa khawatir setelah korban yang sebelumnya masuk ke kamar mandi tidak kunjung keluar.

‎Sebelum kejadian, korban sempat membantu istrinya mempersiapkan kebutuhan untuk berjualan. Sekitar pukul 05.40 WIB, korban diketahui memukul es balok. Setelah selesai membantu, korban kemudian berpamitan untuk masuk ke kamar mandi.

‎Namun, lebih dari 15 menit berlalu, korban belum juga keluar. Istrinya kemudian menghampiri pintu kamar mandi dan memanggil korban.

‎Tidak mendapat jawaban, sang istri berusaha membuka pintu. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung.

‎Teriakan histeris tersebut kemudian mengundang perhatian dua anggota keluarga lainnya, yakni A (29) dan M (26). Keduanya segera memberikan pertolongan dengan memotong tali dan menurunkan tubuh korban ke ruang tamu.

‎Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban diketahui sudah meninggal dunia.

‎Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kesesi. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

‎Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H. mengatakan, Polsek Kesesi bersama Pamatpa Polres Pekalongan dan Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan langsung mengamankan lokasi kejadian setelah menerima laporan.

‎“Polsek Kesesi bersama Pamatpa Polres Pekalongan dan Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan langsung mendatangi dan mengamankan TKP sesaat setelah menerima laporan dari warga pagi itu,” ujar Iptu Suwarti saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

‎Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tenaga medis dari Puskesmas Kesesi II. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jenazah korban.

‎Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Pada tubuh korban hanya ditemukan luka lecet pada bagian kiri leher yang merupakan bekas jeratan tali.

‎Petugas juga menemukan ciri-ciri medis yang sesuai dengan kasus kematian akibat gantung diri.

‎“Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya unsur pidana atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kejadian ini murni gantung diri,” terang Iptu Suwarti.

‎Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang menjalani pengobatan untuk diagnosis schizophrenia.

‎Pihak keluarga, kata polisi, telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

‎Setelah seluruh proses pemeriksaan dan olah TKP selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!