Siswa SMPN 6 Pekalongan Dikeroyok hingga Koma, Diduga Dipicu Persoalan Asmara

IMG 20260815 123335 552

PEKALONGAN, LAMBEUMPRES.COM – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap siswa kelas 9 SMPN 6 Kota Pekalongan berinisial AFF atau F (15) hingga mengalami koma mulai menemukan titik terang. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan pergaulan dan asmara antarsiswa.

‎Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bendan, Kota Pekalongan, akibat luka serius yang dialaminya.

‎Perwakilan SMPN 6 Kota Pekalongan, Qurratiani, didampingi Kepala Sekolah Ikasari Dewi, membenarkan adanya insiden kekerasan tersebut saat ditemui di RSUD Bendan.

‎Menurut Qurratiani, berdasarkan klarifikasi awal sekolah, persoalan bermula dari hubungan pertemanan antara siswa dan lawan jenis yang kemudian berkembang menjadi perselisihan.

‎Korban diketahui memiliki teman dekat perempuan berinisial R. Namun, R disebut masih memiliki persoalan dengan mantan pacarnya yang duduk di kelas 8.

‎“Di situ biasa mungkin ada gejolak-gejolak rasa suka yang masih belum move on, yang satunya ingin memiliki,” ujar Qurratiani.

‎Persoalan tersebut kemudian berlanjut melalui komunikasi di media sosial. Dari komunikasi itu, muncul persoalan yang membuat salah satu siswa merasa terancam dan kemudian menceritakan hal tersebut kepada temannya.

‎Perselisihan yang awalnya terjadi melalui media sosial kemudian berujung pada kontak fisik antarsiswa di lingkungan sekolah saat jam istirahat.

‎Sekolah Panggil Siswa dan Orang Tua

‎Pihak sekolah mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari orang tua korban. Laporan disampaikan pada Kamis sore setelah F pulang sekolah dalam kondisi mengalami luka fisik.

‎“Dengan adanya laporan ini ada ananda bernama F yang kebetulan dipukul oleh temannya, dua temannya, di saat jam istirahat sekolah. Setelah pulang sekolah, orang tuanya mengonfirmasi ke kami dan ada luka fisik,” jelas Qurratiani.

‎Setelah menerima laporan, pihak SMPN 6 Pekalongan langsung memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua atau wali mereka untuk dilakukan klarifikasi.

‎Qurratiani menegaskan, keselamatan dan kondisi korban menjadi prioritas utama sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga masih melakukan penelusuran untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan terjadinya kekerasan tersebut.

‎“Prioritas saat ini keselamatan anak. Yang kedua, ini tahapan kami adalah mengonfirmasi semua orang-orang atau anak-anak yang kebetulan menjadi trigger kejadian ini,” katanya.

‎Pihak sekolah juga telah mengundang siswa yang terlibat dalam perselisihan maupun siswa yang melakukan kontak fisik dengan korban bersama orang tua masing-masing.

‎Salah Satu Terduga Pelaku Berprestasi di Bela Diri

‎Dalam kasus tersebut, salah satu siswa yang diduga terlibat diketahui memiliki prestasi di bidang bela diri taekwondo.

‎“Ya kebetulan anak itu (pelaku) punya prestasi memang di bidang bela diri,” ungkap Qurratiani.

‎Meski demikian, pihak sekolah masih melakukan klarifikasi terhadap seluruh siswa yang terlibat untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

‎Hingga kini, F masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bendan Pekalongan. Pihak sekolah menyatakan akan terus memantau kondisi korban serta melakukan penanganan terhadap persoalan antarsiswa tersebut sesuai prosedur sekolah.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!