Sunyono Maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kebandaran, Usung Visi “Membangun Bersama Rakyat, Sejahtera Bersama Rakyat”

Screenshot 20260826 142557
Screenshot 20260826 142557

PEMALANG, LAMBEUMPRES.COM – Sekretaris Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Sunyono, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Kebandaran dalam pelaksanaan Pilkades 2026.

‎Sunyono menyampaikan pencalonannya sebagai bentuk keinginan untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kebandaran.

‎Hal tersebut disampaikan Sunyono saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/8/2026), usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Kebandaran.

‎Dalam pencalonannya, Sunyono mengusung visi “Membangun Bersama Rakyat, Sejahtera Bersama Rakyat.”

Screenshot 20260826 142624

‎Untuk mewujudkan visi tersebut, Sunyono menyiapkan sejumlah misi, di antaranya menjaga dan meningkatkan pemerintahan desa sebagai modal bagi peningkatan semangat kewirausahaan masyarakat.

‎Selain itu, ia juga berkomitmen meningkatkan jaminan bagi terwujudnya kondisi masyarakat yang aman, damai, tertib, dan tenteram.

‎Menurut Sunyono, Desa Kebandaran memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu digali secara bersama-sama dengan masyarakat.

‎“Potensi-potensi Desa Kebandaran itu sebenarnya banyak, tapi itu harus kita gali. Makanya kenapa saya mencantumkan misi membangun bersama rakyat,” kata Sunyono.

Screenshot 20260826 142517

‎Ia menegaskan, apabila mendapat amanah sebagai kepala desa, dirinya ingin melibatkan masyarakat dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Kebandaran.

‎“Setelah saya jadi kepala desa, saya bersama-sama dengan rakyat untuk menggali potensi-potensi Desa Kebandaran dan membangun desa agar masyarakat Kebandaran sejahtera,” ujarnya.

‎Sunyono menekankan bahwa kesejahteraan yang ingin diwujudkan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk seluruh masyarakat Desa Kebandaran.

‎“Sejahtera itu bukan buat saya pribadi, tapi sejahtera untuk masyarakat Desa Kebandaran seluruhnya,” tegasnya.

‎Ingin Miliki Kewenangan Menentukan Kebijakan

‎Keputusan Sunyono maju dalam Pilkades 2026 juga tidak terlepas dari pengalamannya selama mengabdi sebagai perangkat desa.

Screenshot 20260826 142747

‎Sebagai sekretaris desa, ia mengaku selama ini dapat menjalankan tugas dalam membantu pelaksanaan pemerintahan dan kegiatan pembangunan desa. Namun, menurutnya, posisi tersebut memiliki keterbatasan dalam menentukan kebijakan.

‎“Kalau kita sebagai sekretaris desa, kita memang mengabdi kepada masyarakat dan melaksanakan rencana kegiatan Pemerintah Desa Kebandaran, tapi sekretaris desa itu tidak mempunyai kebijakan,” ungkapnya.

‎Menurut Sunyono, sejumlah gagasan dan usulan yang dimilikinya membutuhkan kewenangan untuk dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan pembangunan desa.

‎“Jadi kita yang punya gagasan, kebijakan-kebijakan untuk mensejahterakan masyarakat, untuk membangun. Karena usulan-usulan itu tetap harus menyesuaikan dengan kebijakan kepala desa,” jelasnya.

‎Karena itu, ia terdorong untuk maju sebagai bakal calon kepala desa agar dapat memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan Desa Kebandaran.

‎Ia berharap, apabila dipercaya masyarakat, pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik, tertib, dan semakin tertata.

‎Ajukan Cuti Sebelum Penetapan Calon

‎Terkait statusnya sebagai sekretaris desa, Sunyono menjelaskan bahwa untuk sementara dirinya masih menjalankan status sebagai perangkat desa.

‎Setelah mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa, ia mengajukan cuti kepada Kepala Desa Kebandaran.

‎“Untuk sementara, saya mendaftarkan diri dan ditetapkan sebagai bakal calon. Saya mengajukan cuti kepada Bapak Kepala Desa Kebandaran,” jelasnya.

‎Ia mengatakan, apabila nantinya ditetapkan sebagai calon Kepala Desa Kebandaran, dirinya akan mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan sebagai sekretaris desa sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Ajak Warga Jaga Persatuan

‎Menghadapi pesta demokrasi tingkat desa, Sunyono juga mengajak seluruh masyarakat Kebandaran untuk tetap menjaga persatuan dan silaturahmi.

‎Ia berharap perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan maupun merusak hubungan kekeluargaan.

‎“Harapan saya bagi warga masyarakat Desa Kebandaran, dengan adanya pesta demokrasi seperti ini, harus menjalin silaturahmi. Jangan saling gontok-gontokan, saling meremehkan bakal calon, dan jangan sampai berantakan dengan keluarga karena beda pilihan,” tuturnya.

‎Menurutnya, menentukan pilihan dalam pemilihan kepala desa merupakan hak masing-masing warga.

‎“Pemilihan itu adalah hak masing-masing. Harapan saya, jaga silaturahmi dan jaga persatuan dan kesatuan demi Desa Kebandaran yang saya cintai,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!