PEMALANG, Lambeumpres .com — SMP Negeri 2 Ampelgading terus menunjukkan prestasi membanggakan di bidang akademik maupun nonakademik. Pada tahun 2026, sekolah ini berhasil meraih juara tingkat nasional cabang olahraga pencak silat, sekaligus menorehkan prestasi Juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala SMPN 2 Ampelgading, Mei Masruroeni, S.Pd., M.Pd., melalui Humas Junaedi, mengatakan keberhasilan pencak silat tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan secara intensif oleh sekolah, termasuk pelatih yang merupakan guru olahraga.
“SMPN 2 Ampelgading meraih juara tingkat nasional di cabang olahraga pencak silat melalui latihan yang dilakukan secara intensif. Kebetulan pelatihnya juga guru olahraga kami,” ujar Junaedi, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga serius mengembangkan potensi siswa di bidang olahraga, seni, dan karakter.
SMPN 2 Ampelgading mengusung visi pendidikan yang menekankan penguatan karakter peserta didik, pembiasaan tata krama sesuai budaya lokal, peningkatan pembinaan akademik dan nonakademik secara berkelanjutan, serta pelaksanaan pembelajaran yang selaras dengan falsafah Merdeka Belajar.
Selain sukses di tingkat nasional, Junaedi mengungkapkan bahwa salah satu siswanya juga berhasil meraih Juara 2 OSN IPA tingkat Provinsi Jawa Tengah dan nyaris melaju ke tingkat nasional.
“Prestasi akademik maupun nonakademik tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi bekal penting bagi siswa saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Untuk menjaga semangat berprestasi, sekolah memberikan motivasi serta dukungan pembinaan, termasuk bantuan material sesuai kemampuan sekolah agar peserta didik semakin terdorong mengembangkan bakatnya.
Di sisi lain, SMPN 2 Ampelgading juga menaruh perhatian besar terhadap pencegahan bullying, kekerasan, dan perilaku asusila di lingkungan sekolah. Berbagai kegiatan edukatif rutin dilakukan, disertai pemasangan poster kampanye Stop Bullying dan Stop Kekerasan.
“Sekecil apa pun potensi tindakan kekerasan atau bullying akan kami tangani dengan melibatkan orang tua. Ini bukan hanya tugas guru BK, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah, mulai dari wali kelas, guru mata pelajaran, tenaga kebersihan hingga satpam,” tegas Junaedi.
Melalui pembinaan prestasi yang seimbang dengan pendidikan karakter, SMPN 2 Ampelgading berharap mampu mencetak generasi yang unggul, berprestasi, serta berakhlak mulia.






