PEMALANG, Lambeumpres.com – SMP Negeri 3 Comal terus menguatkan komitmennya sebagai Rintisan Sekolah Adiwiyata dengan mengusung konsep berbasis kearifan lokal. Berlokasi di Desa Sarwodadi yang dikenal sebagai kawasan pertanian dan konveksi, sekolah memanfaatkan lingkungan seluas hampir dua hektare sebagai wahana pendidikan lingkungan hidup bagi para siswa.
Kepala SMP Negeri 3 Comal, Bangun Budi Utomo, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pendidikan lingkungan menjadi investasi penting untuk menyongsong Generasi Emas 2045.
“Saya khawatir jika anak-anak hari ini tidak memahami cara mengelola lingkungan, maka pada 2045 mereka justru menjadi penyumbang sampah terbesar. Budaya ambil-pakai-buang harus diubah menjadi ambil-pakai-daur ulang agar memiliki nilai produktif,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membangun karakter siswa agar mencintai lingkungan sejak dini. Ia berharap SMP Negeri 3 Comal mampu berkembang hingga meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk koordinator tim pengembang sekolah adiwiyata spenticom lingkungan Casmadi, yang selama beberapa tahun mendampingi program Adiwiyata di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa rintisan Adiwiyata telah berjalan selama 3–4 tahun dan mendapat pengakuan dari Dinas Lingkungan Hidup melalui penghargaan berupa trofi dan medali.
“Kami siap mendukung cita-cita besar Bapak Bangun. Harapannya seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Comal membudayakan hidup bersih, sehat, nyaman, serta merasa memiliki lingkungan sekolah,” kata Casmadi.
Berbagai program nyata telah dijalankan, di antaranya gerakan satu siswa satu tanaman, penanaman pohon rindang, tanaman buah, tanaman hias, hingga pengembangan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) seperti serai, laos, dan kencur. Para siswa juga diajak memanfaatkan pupuk kandang dari lingkungan sekitar sebagai media tanam.
Di bidang kebersihan, sekolah membentuk Duta Adiwiyata serta petugas piket khusus yang bertanggung jawab merawat tanaman dan menjaga kebersihan lingkungan.
Sistem sanitasi juga diperbaiki melalui saluran drainase yang lebih baik agar tidak terjadi genangan air penyebab berkembangnya nyamuk.
SMP Negeri 3 Comal turut menyiapkan fasilitas pendukung berupa keran air bersih di setiap kelas, tempat istirahat siswa dan guru, kantong pemilahan sampah, serta program pengurangan sampah plastik dengan mengganti kemasan sekali pakai menjadi piring dan gelas yang dapat digunakan berulang kali.
Selain itu, sekolah aktif membangun kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kecamatan, Satpol PP, Damkar, hingga melakukan sinau bareng ke sekolah Adiwiyata di Brebes sebagai sarana berbagi pengalaman.
Dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal, SMP Negeri 3 Comal optimistis mampu menciptakan budaya sekolah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan demi melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Upaya SMP Negeri 3 Comal menjadi Rintisan Sekolah Adiwiyata menuju tingkat nasional mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam Comal, khususnya Pemerintah Kecamatan Comal.
Camat Comal Muhammad Maksum, S.IP., M.M. menegaskan bahwa program Adiwiyata merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan sekolah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah serta pelestarian lingkungan hidup.
“Pemerintah Kecamatan Comal memberikan dukungan penuh kepada SMP Negeri 3 Comal sebagai rintisan Sekolah Adiwiyata menuju tingkat nasional. Ini merupakan langkah nyata sinergi antara pemerintah dan sekolah dalam mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Talkshow Maulid Nabi yang dihadiri tokoh pemimpin, pengusaha, unsur pelayanan masyarakat, dan para guru. Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Kecamatan Comal.






