Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Meninggal di Sawah Bojong Pekalongan, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Screenshot 20260728 104254

PEKALONGAN|lambeumpres.com – Warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di area persawahan belakang SD Negeri 01 Kalipancur, Selasa (28/7/2026) pagi. Korban diketahui bernama Rusyanto (57), yang merupakan perangkat Desa Kalipancur.

‎Korban ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB. Penemuan tersebut bermula saat seorang warga, Surajak (60), hendak mengecek sawah miliknya yang baru dialiri air pada malam sebelumnya. Ketika tiba di petak tengah sawah, ia melihat bagian tubuh yang diduga merupakan kaki manusia.

‎Terkejut dengan temuan itu, Surajak segera memanggil warga sekitar dan melaporkannya kepada Kepala Desa Kalipancur. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

‎Mendapat laporan dari masyarakat, personel Unit Samapta, Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan, serta anggota Polsek Bojong langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

IMG 20260728 WA0014

‎Polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Bojong dan PMI untuk mengevakuasi jenazah. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kraton guna menjalani autopsi sebagai bagian dari penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

‎Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi Surya Chandra mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan mayat tersebut.

‎”Pagi ini kami menerima informasi adanya penemuan seorang laki-laki di area sawah belakang SD. Berdasarkan keterangan sementara dari para saksi, korban diketahui pada sore sebelumnya berada di lokasi untuk menjaga perangkap belut miliknya. Saat ini kami masih mendalami apakah terdapat keterkaitan dengan dugaan tindak pidana atau penyebab lainnya,” ujar AKP Fauzi.

‎Dalam proses olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi, di antaranya batang celurit tanpa mata pisau dan sebuah batu yang akan dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

‎AKP Fauzi menegaskan, hingga saat ini penyebab kematian korban belum dapat dipastikan karena kondisi jasad saat ditemukan sebagian besar tertutup lumpur sawah.

‎”Kami telah melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, berkoordinasi dengan tenaga medis, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Kraton untuk dilakukan autopsi. Saat ini penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian,” tegasnya.

‎Ia menjelaskan, pemeriksaan awal di lokasi sangat terbatas karena posisi korban ditemukan terlentang dengan sebagian besar tubuh tertutup lumpur. Oleh sebab itu, hasil autopsi akan menjadi dasar utama dalam mengungkap penyebab kematian secara ilmiah.

‎Hingga berita ini ditulis, Satreskrim Polres Pekalongan bersama Polsek Bojong masih terus mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami barang bukti yang ditemukan di lokasi. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!