UPJI 7 Petarukan Kawal Distribusi Air Irigasi dan Perbaiki 33 Ruas Jalan di Empat Kecamatan Pemalang

IMG 20260908 WA0044
IMG 20260908 WA0044

PEMALANG, Lambeumpres.com – Unit Pelayanan Jalan dan Irigasi (UPJI) 7 Petarukan terus mengoptimalkan pelayanan infrastruktur di Kabupaten Pemalang. Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, UPJI memprioritaskan pengawalan distribusi air irigasi agar kebutuhan petani tetap terpenuhi, sekaligus melanjutkan program pemeliharaan dan perbaikan puluhan ruas jalan.

Petugas UPJI 7 Arifin menjelaskan, penurunan debit air dari Bendung Sukowati menjadi tantangan utama bagi sektor pertanian di wilayah Petarukan, Comal, Sukawangi, dan Rowo Panggang.

“Kalau tidak dilakukan pengawalan air, banyak aliran yang hilang sebelum sampai ke lahan pertanian. Karena itu kami menerapkan sistem giliran agar air bisa diterima petani secara merata,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

UPJI membagi pengaliran air menjadi dua jadwal dalam satu pekan. Selama tiga hari air dialirkan ke wilayah Comal Timur dan Rowo Panggang, sedangkan empat hari berikutnya menuju Sukawangi dan Petarukan.

Pembersihan saluran
Setiap pagi, petugas turun langsung mengawal aliran air hingga ke saluran paling ujung untuk memastikan tidak terjadi kehilangan debit akibat kebocoran maupun sumbatan.

Menurut Arifin, musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026 menyebabkan ketersediaan air semakin menurun sehingga pengaturan distribusi menjadi sangat penting.

Selain berkurangnya debit air, persoalan sampah di pintu-pintu air menjadi hambatan yang hampir setiap hari ditemukan petugas.

“Setiap pagi teman-teman rutin membersihkan sampah di pintu air agar aliran tidak tersumbat dan tetap sampai ke sawah milik petani,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah saluran irigasi mengalami kerusakan, namun kewenangan penanganannya berada di PSDA Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena luas daerah irigasinya melebihi 1.000 hektare.

UPJI 7 secara berkala telah mengirimkan surat usulan dan laporan kerusakan kepada instansi terkait agar segera mendapatkan penanganan.

Selain irigasi, UPJI 7 juga bertanggung jawab terhadap pemeliharaan 33 ruas jalan dengan total panjang sekitar 700 kilometer yang mencakup Kecamatan Petarukan, Ampelgading, Comal, dan Taman.

Pada tahap pertama, rekonstruksi telah diselesaikan di tiga ruas jalan, yaitu: Petarukan,Gondang,Kendalsari,Widodaren , Karangasem

Selanjutnya, UPJI melaksanakan program tambal sulam lubang jalan menggunakan aspal dingin (CPHMA) pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan ringan.

“Sudah beberapa puluh ruas kami tangani, dan kegiatan ini masih akan terus berlanjut agar kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat,” kata Arifin

Menghadapi anggaran perubahan tahun 2026, UPJI 7 telah menyampaikan hasil survei kerusakan jalan kepada bidang terkait.

Sebanyak 23 ruas jalan diusulkan untuk diperbaiki melalui mekanisme penunjukan langsung, sehingga penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Arifin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran irigasi.

“Sampah adalah persoalan yang paling sering kami temukan di lapangan. Kalau saluran bersih, distribusi air ke petani akan jauh lebih optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Iklan
error: Content is protected !!