PEMALANG, LAMBEUMPRES.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 untuk memotret perkembangan aktivitas ekonomi sekaligus memperbarui data perekonomian di Kabupaten Pemalang.
Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Imam Santoso, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk melihat perubahan kondisi ekonomi dibandingkan dengan hasil pendataan satu dekade sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Teguh dalam kegiatan Diseminasi Data Statistik di salah satu hotel di Kabupaten Pemalang, Rabu (19/8/2026).
“Sensus Ekonomi 2026 ini bukan merupakan kegiatan yang dadakan atau baru diadakan. Kegiatan ini sudah dilaksanakan dari tahun 1986 dan ini merupakan sensus ekonomi yang kelima,” kata Teguh.
Ia menjelaskan, BPS memiliki tiga sensus utama, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Ketiganya dilaksanakan secara berkala dengan periode yang berbeda.

Sensus Penduduk dilaksanakan pada tahun yang berakhiran 0, Sensus Pertanian pada tahun berakhiran 3, sedangkan Sensus Ekonomi dilaksanakan pada tahun berakhiran 6.
Menurut Teguh, cakupan Sensus Ekonomi 2026 cukup luas karena menyasar berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung di Kabupaten Pemalang.
“Seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Pemalang dan di seluruh bangunan juga akan didata, kecuali kategori P dan U,” ujarnya.
Bandingkan Kondisi Ekonomi 2016 dan 2026
Teguh mengungkapkan, hasil Sensus Ekonomi 2016 mencatat terdapat 141.441 usaha mikro dan kecil (UMK) serta 849 usaha menengah dan besar (UMB) di Kabupaten Pemalang.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi perekonomian Pemalang pada 10 tahun lalu. Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS ingin mengetahui bagaimana perkembangan dan perubahan kondisi tersebut saat ini.
“Tujuannya untuk melakukan check-up atau memutakhirkan sebenarnya kondisi sekarang seperti apa dibandingkan dengan 10 tahun lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain tiga sensus utama, BPS juga melaksanakan berbagai kegiatan survei untuk menghasilkan data statistik. Jumlah survei yang dilakukan BPS mencapai lebih dari 100 kegiatan.
Media Diminta Tak Sekadar Menyampaikan Angka
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti, menyoroti pentingnya peran media massa dalam menyampaikan data statistik kepada masyarakat.

Menurut Dian, media tidak cukup hanya menyampaikan angka atau hasil statistik. Data harus ditempatkan dalam konteks yang tepat agar masyarakat tidak keliru memahami informasi.
“Media massa bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi sebagai penghubung agar dapat memahamkan masyarakat,” tuturnya.
Dian menyebut terdapat sejumlah peran strategis media dalam mengawal data, mulai dari melakukan verifikasi, memberikan konteks, melakukan koreksi hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa sebuah angka statistik dapat memiliki makna berbeda apabila tidak dijelaskan berdasarkan konteksnya.
Karena itu, para jurnalis diharapkan mampu memahami dan menginterpretasikan data sebelum menyampaikannya kepada publik.
“Bisa jadi satu angka itu banyak makna. Sehingga diharapkan para jurnalis di media massa lebih dapat memahami konteks dan interpretasi data agar tidak salah menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.
Dian berharap media massa turut membantu BPS dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan, manfaat, cakupan, dan proses Sensus Ekonomi 2026.
Selain itu, media diharapkan ikut berperan dalam menangkal hoaks sehingga informasi mengenai pelaksanaan sensus yang diterima masyarakat benar-benar berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.(*)



Semoga kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pemalang khususnya lancar dan sukses , sehingga data yg di hasilkan nantinya bs di gunakan pemerintah untuk perencanaan pembangunan ke depannya..
Tetap semangat, BPS Jaya Selalu..